CERITA MISTIS DARI PUNCAK PUNDU NENCE - BIMA


Ditho Wahyudin Ata Riung, Bang Farid D' Sarae, Bang Mereka Bilang Saya April, Van dan Bang Yoga berangkat menuju Gn. Pundu Nence, Arah timur Kota Bima sekitar pukul 08.30 menuju lelamase, kampung terakhir menuju puncak. di kampung ini biasa'a para pendaki melakukan sosped dan menitipkan kendaraan (bagi para pendaki yang membawa kendaraan). setelah tiba di kampung lelamase sekitar jam 9 kurang, kami langsusng disuguhkan oleh angin yang begitu kencang. kata masayarakat sekitar, anging udah berlangsung selama seminggu. "angi nae ta ake waura saminggu, angi ake biasa'a wara tanda2 dou ne'e karawi ma wati taho, biasa kaina dou ma ne mpanga. waura pernah wara bukti sih" (angin disini udah berlangsung selama seminggu, angin kencang ne biasa'a ada tanda2 yang gag bagus, biasa'a ada orang yang mau curi sesuatu. udah pernah ada bukti). dalam hati dan otak saya langsung berpikir " wah....!!! kren juga ne kampung klo gni, gag perlu da penjaga atau tukang ronda lagi ne. udah angin yang jagain...!!!". hahahahhahahahahahahahaha

singkat cerita, kami langsung melapor ke pak RT, bahwa kami berlima akan melakukan pendakian ke puncak Pundu Nenece. dengan menyusuri jalur yang biasa di lewati oleh para pendaki sebelum2'a. beberapa kali kami harus berhenti untuk beristrahat mengembalikan tenaga yng terkura sambil bercerita dengan masing2 versi hal2 yang di anggap lucu. dan kami pun terbahak2 dengan cerita2 pendek tersebut. "walaupun capek yang penting bisa ketawa" sehingga pendakian tanpa terasa, klo kita udah mendekati puncak", itulah yang terpintas dalam pikiran saya.Assalamu'alaiku,,,,, Assala'mualaikum.....saya dan bang yoga mengucapkan salam ketika memasuki wilayah atau tempat meriam.
gubraaakkk...!!!!kami semua mendengarkan bunyi yang sangat besar. waktu itu, saya benar2 ngerasa kaget banget dan takut yang luar biasa. yang ada dalam otak saya, jangan sampai di antara kami ada yang di timpahin kayu berat oleh penunggu tempat tersebut tersebut. ketika menoleh ke belakang, ternyata Sdr. Van yang terjatuh. karena letih, lemah, lesu, lunglai dan segala macam'a sehingga begitu terantuk Sdr. van langsung tersungkur. serentak, kami pun  langsung tertawa terbahak2. ma'lum, dengan melihat dari bawaan yang Sdr. van bawakan cukup lumayan berat, yaitu sebuah Depack kecil yang berisi SB dan badan dengan bo2t sekitar 80 Kg.
akhir'a kami pun istrahat sejenak di air pertama menuju puncak. menceritakan hal2 yang di anggap lucu sudah menjadi andalan kami selama perjalanan sambil membuat perapian untuk menghangatkan tubuh. iseng bang Yoga membidik seluruh arah dengan senter'a. tiba2, abang farid berteriak mengucapkan " senter ulang, coba senter ulang. agak kesana.... kesana lagi..... kesana lagi dikit.... dikit...... yah !!! tahan senter'a....!!!, diam sejenak melihat keadaan di sekitar cahaya senter, tiba2 mengucapkan, ayo....!!! kita jalan...!!!". wah...!!! mata saya mulai berkunang2, sudah gag tau lagi apa yaang mau di ucapkan. saya langsung memikirkan hal2 yang pokok'a gag enak banget dah, mulai berimajinasi hal2 yang mungkin gag bkalan terjadi. belum  lagi kami harus beberapa berhenti mencari jalur yang hilang akbibat tumbangan pohon yang menutupi jalur.


itu ajJ dlu ye........kecapaen ne, blom sempat istrhat ne, nnti besok bru W lanjutin ge cerita'a.hhhooooooaaammmmmmmm Kopi + Rokok udah abis.

Komentar