Rokot Menapaki Sejarah Baru: Pembangunan Destinasi Wisata Rohani Resmi Dimulai

Riung, 31 Juli 2026 – Sebuah babak baru dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Ngada resmi dimulai. Ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan patung rohani di kawasan Wewo Rokot, Desa Latung Barat, Kecamatan Riung. Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Gereja Katolik, tokoh adat, dan masyarakat menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan Wewo Rokot sebagai destinasi wisata rohani yang menjadi kebanggaan daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) pukul 09.00 WITA tersebut diawali dengan pembukaan oleh Romo Wempi. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual adat yang dipimpin para tetua adat Desa Latung Barat sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Romo Paulus Azi (Romo Emeng), sebelum seluruh tamu undangan mengikuti prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kawasan wisata rohani.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ngada Bpk. BERNY DEY NGEBU, Romo Vikep Kevikepan Bajawa Romo Gabriel Idrus, Romo Vinsen Keytimu, Romo Aris Sara, Romo Paulus Azi, Pastor Paroki Bekek, Plt. Camat Riung, Camat Wolomeze, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada, jajaran Polsek Riung, para tokoh adat, tokoh masyarakat, umat Katolik, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Mewakili Bupati Ngada yang berhalangan hadir, Wakil Bupati Ngada menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pembangunan kawasan Wisata Rohani Wewo Rokot. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Ngada berupa bantuan kuliah gratis bagi mahasiswa asal Kabupaten Ngada, termasuk bagi putra-putri dari wilayah Riung.

Menurutnya, pembangunan Wisata Rohani Wewo Rokot merupakan langkah strategis yang harus terus dilanjutkan demi kemajuan daerah.

"Hari ini kita telah memulai. Tidak ada lagi kata mundur. Apa pun tantangan yang akan dihadapi, suka atau tidak suka, pembangunan wisata rohani ini harus tetap dilaksanakan. Ini adalah komitmen kita bersama untuk masa depan Kabupaten Ngada," tegas Wakil Bupati.

Sementara itu, Romo Vikep Kevikepan Bajawa, Romo Gabriel Idrus, mengatakan bahwa peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang dalam membangun kawasan wisata rohani yang akan menjadi tempat ziarah sekaligus ruang refleksi bagi umat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ngada, para donatur, seluruh umat, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dengan penuh semangat dan ketulusan sehingga pembangunan kawasan wisata rohani dapat dimulai.

"Hari ini adalah awal dari sebuah perjalanan besar. Terima kasih kepada pemerintah, para donatur, dan seluruh umat yang telah memberikan dukungan. Wisata Rohani Wewo Rokot diharapkan menjadi pelengkap destinasi wisata yang telah dimiliki Kabupaten Ngada, mulai dari wisata budaya, wisata alam, hingga wisata bahari," ujar Romo Gabriel Idrus.

Menurutnya, kehadiran wisata rohani tidak hanya akan memperkuat kehidupan iman umat, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ngada. Dengan demikian, pembangunan kawasan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis nilai-nilai religius dan budaya lokal.

Pembangunan Wisata Rohani Wewo Rokot juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, Gereja, tokoh adat, dan masyarakat mampu melahirkan sebuah gagasan besar yang memberi manfaat luas. Perpaduan nilai spiritual, budaya, dan potensi alam yang dimiliki Wewo Rokot diharapkan menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ikon wisata religi di Pulau Flores.

Peletakan batu pertama yang dilaksanakan hari ini bukanlah akhir dari sebuah perencanaan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-cita bersama. Dengan semangat gotong royong dan komitmen seluruh pihak, Wewo Rokot diharapkan tumbuh menjadi destinasi wisata rohani yang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Ngada, tetapi juga mampu menarik peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar