Kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Komunitas Kopi se-Indonesia melalui kegiatan pembagian donasi kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut menyasar kelompok lansia, penyandang disabilitas, serta kebutuhan anak-anak dan keluarga di wilayah Sambinasi Barat, Desa Latung, dan Desa Latung Barat.
Di Sambinasi Barat, bantuan diberikan kepada 30 penerima, yang terdiri dari 24 lansia dan 6 penyandang disabilitas. Berbagai kebutuhan pokok disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.
Donasi yang dibagikan meliputi 30 karung beras ukuran 10 kilogram, 30 dus mi, 30 dus air mineral, 30 rak telur, 90 sachet Dancow, 2 dus sosis, 2 dus susu Clevo, serta 30 buah biskuit.
Tidak hanya berfokus pada bantuan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga menghadirkan keceriaan bagi anak-anak. Susu Clevo dan sosis dibagikan kepada anak-anak melalui permainan yang dibuat dalam rangkaian kegiatan. Cara tersebut menjadi bagian menarik dari kegiatan, sehingga pembagian donasi tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan.
Menjangkau Desa Latung dan Latung Barat
Kepedulian Komunitas Kopi se-Indonesia kemudian berlanjut ke Desa Latung dan Desa Latung Barat. Di kedua wilayah tersebut, bantuan menyasar penyandang disabilitas dan lansia, sekaligus memperhatikan kebutuhan bayi dan balita.
Di Desa Latung Barat, terdapat 1 penyandang disabilitas dan 9 lansia yang menerima bantuan. Sementara di Desa Latung, bantuan diberikan kepada 2 penyandang disabilitas dan 8 lansia.
Dengan demikian, terdapat 20 penerima manfaat di Desa Latung dan Desa Latung Barat.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari 20 sak beras ukuran 10 kilogram, 20 rak telur, 2 dus susu Clevo, 2 dus sosis, serta 20 paket kebutuhan rumah tangga.
Setiap paket kebutuhan rumah tangga berisi berbagai keperluan sehari-hari, seperti tisu, sabun, sampo, Laurier, odol, sikat gigi, biskuit, minyak goreng, dan susu sachet.
Jika digabungkan dari seluruh lokasi, kegiatan ini menjangkau sedikitnya 50 penerima manfaat, terdiri dari 41 lansia dan 9 penyandang disabilitas, di luar anak-anak yang turut menerima bagian dalam kegiatan permainan.
Ketika Kopi Menjadi Jalan untuk Berbagi
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat tumbuh dari komunitas apa pun. Komunitas Kopi se-Indonesia tidak hanya mempertemukan orang-orang melalui kecintaan terhadap kopi, tetapi juga menjadikan kebersamaan tersebut sebagai kekuatan untuk berbagi dengan sesama.
Bantuan berupa beras, telur, makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar—sebagai bentuk perhatian, kepedulian, dan pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Kopi se-Indonesia berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap masyarakat di sekitarnya.
Karena pada akhirnya, secangkir kopi bukan hanya tentang rasa yang dinikmati bersama, tetapi juga tentang persaudaraan dan kepedulian yang dapat dibagikan kepada sesama.





Komentar
Posting Komentar